Dandelion tidak tumbuh seperti bunga hias kebanyakan. Tetapi tumbuh bersembunyi dibalik ilalang yang kadang tak diperhatikan orang. Dandelion tak seperti mawar merah merekah memanjakan mata, juga tak seperti melati yang memancarkan harum kemana-mana. Dandelion itu putih bersih, terlihat sayu namun tak layu. Putih bak awak yang menggantung di langit.
Dandelion tumbuh dengan sendirinya, tak perlu orang lain untuk merawatnya. Dandelion sepenuhnya pasrah hanya kepada pemilik alam untuk menjaga, merawat, dan menyiramkan air untuknya. Dandelion akan tetap tumbuh tegak sekalipun ilalang disekitarnya sudah menguning menunggu ajalnya. Sekalipun tegak diantara ilalang dandelion tetaplah akan tertiup angin yang akan menyebarkan semua kelopaknya hingga habis dan hanya batang tegak yang tersisa.
Dandelion itu setia, mengikuti arah gerak angin kemanapun perginya. Tak ada yang tahu kemana arah angin membawa bibit kelopak dandelion. Namun yang pasti kemanapun ia pergi dia akan tetap tumbuh diantara tumbuhan lain.
Dandelion sangat menghargai penciptanya. Kemanapun angin membawanya dia tetap menurut saja, dan tak pernah mengutuk kemanapun arah angin akan bertiup. Dandelion selalu percaya jika penciptanya mengutus angin untuk kebaikannya agar bisa berhijrah ke tempat lain dan tumbuh menjadi dandelion-dandelion baru.

0 Komentar pada "Dandelion"
- Masukkan komentar agar kita bisa saling mengenal satu sama lain
- Jangan memasukkan link pada komentar ya